Bulan
Mei, tahun 2014 merupakan bulan yang sangat penting, bulan ini meninggalkan kesan
yang sangat menarik untuk diulas dan diingat-ingat kembali. Dibulan ini aku dihujani
banyak hal yang berat, kabar menggemberikan, dan juga kesibukan yang luar biasa
padatnya. Bulan mei ini merupakan penghujung semester dua bagiku, sehingga
akhirnya aku bersiap-siap dengan akan dilaksanakannya final praktikum 3
matakuliah, serta juga praktikum matakuliah Pengenalan Lingkungan Lahan Basah.
Yang mana praktikum tersebut dilakukan di Lapangan. Yang menjadi permasalahan
bukanlah praktikumnya, tetapi laporan praktikumnya yang cukup tebal. Sehingga sangat
menguras waktu ekstra untuk mengerjakannya. Awal bulan ini berjalan dengan
mulus, hingga akhirnya pada tanggal 10 kesibukan itu dimulai. Yaitu LKMM (Latihan
Kepemimpinan dan Manajemen Mahasiswa) yang merupakan agenda BEM-KM Fakultas MIPA. Sebelum
tanggal 10 tersebut aku mendapat kabar gembira dari temanku yang akan menikah
pada tanggal 11. Namun sayang, aku dan teman lainnya yang kuliah di Fakultas
MIPA tidak bisa berhadir. Hal tersebut dikarenakan kami terlalu kelelahan
setelah mengikuti agenda LKMM Indoor. Sekitar 2 minggu menjelang LKMM Outdoor
pada tanggal 23-25 Mei di BP3T Tambang Ulang Pelaihari, merupakan saat-saat
yang sibuk. Aku harus mempersiapkan banyak hal sebelum tanggal tersebut, mulai
dari membuat proposal PKM, menyiapkan Atribut, Pensi, dll. Meskipun sibuk aku
masih sempat mengikuti lomba Pekan Seni Mahasiswa tingkat Universitas Lambung
Mangkurat. Lomba yang ku ikuti kala itu merupakan cabang Penulisan Puisi. Puisi
yang kutulis kukerjakan dalam satu malam.
Wajar saja, disiangnya aku sibuk kuliah, megerjakan tugas-tugas untuk
LKMM. Meskipun tidak maksimal akan tetapi aku berhasil mendapat juara III di
lomba tersebut. Tugas LKMM pun akhirnya dikumpulkan dua hari sebelumnya. Aku tahu
bahwa tugas-tugas tersebut tidak dikerjakan dengan maksimal, karena jumlah jam
yang tetap hanya 24 jam perhari, dan itupun sudah dibarengi dengan bergadang.
Tugas LKMM sudah dikumpul, muncul satu masalah baru: yaitu UAS matakulaih PLLB,
UAS tersebut rencananya akan dilaksanakan pagi hari jum’at (23 November 2014);
yang artinya beberapa jam sebelum keberangkatan ke Tambang Ulang Pelaihari. Aku
tak sempat belajar untuk mempersiapkan diri sebelum UAS tersebut, dikarenakan aku
harus menyelesaikan beberapa atribut yang harus ada pada saat pelaksanaan LKMM.
Jum’at pun tiba, pagi-pagi sekali kami harus mengumpulkan barang-barang yang
akan dibawa di Lapangan Bola dekat Pascasarjana
UNLAM Banjarbaru. Karena pengumpulan barang tersebut cukup menelan
waktu, kami yang akan mengikuti UAS PLLB-pun harus terlambat masuk kelas.
Untungnya dosen matakuliah tersebut masih berbaik hati, kami diizinkan masuk.
Karena masih banyak teman-teman lainnya yang juga belum datang, akhirnya
UAS-pun diganti dengan tugas membuat proposal PKM-GT atau PKM-AI dengan tema
Selamatkan Gambut, Mangrove dan Estuari. Dan tugas itu harus dikumpul pada jam
15.00; sehari setelah kedatangan kami dari LKMM // setidaknya kali ini aku
selamat. Siang hari (23 Mei 2014) pada sekitatr pukul 14.00 kami berangkat
menuju Tambang Ulang dengan truk yang biasa digunakan Polisi. LKMM-pun berakhir
pada hari minggu (25 Mei 2014), sekitar jam 11.00 kami kembali ke Banjarbaru.
Kira-kira jam 13.00 kami sampai di Banjarbaru (Kampus FMIPA). Akupun harus
bergegas pulang Ke Asrama, dikarenakan pada hari itu (tepatnya pukul 16.00)
akan diadakan peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Dan aku merupakan salah
satu panitia inti, yaitu sebagai sekretaris kegiatan tersebut. Beberapa hari
sebelum LKMM, aku juga mengurusi acara tersebut, mulai dari mencetak undangan,
dll. Keesokan harinya (Senin, 26 Mei
2014), aku harus ngebut mengerjakan PKM-GT ku yang belum kusentuh sedikitpun//
Wajar saja; malam Senin aku hanya tertidur pulas karena kelelahan sehabis LKMM.
Akupun mengebut pengerjaan PKM-GT-ku tersebut. Kriing, jam 15.00 sudah dekat;
sementara itu temanku yang lainnya sudah ada yang mulai ngeprint. Sampai jam
15.00 PKMku sedikit lagi selesai. Akhirnya sekitar pukul 13.30 aku siap
mengumpulkannya dan sudah selesai print. Meskipun sebenarnya proposal PKMku
tidak memenuhi kriteria (ada beberapa bagian yang kurang; pernyataan tidak
plagiat, dll). Sampai di Kantor Lab. Dasar FMIPA (tempat ngumpulin PKM),aku
melihat-lihat keadaan. Kulihat Bapak
Dosennya tidak ada diruangan, akupun langsung meletakkan PKMku (modal nekat).
Setelah kuletakkan aku menghampiri temanku yang sedang duduk dibelakang kantor
LAB tersebut. Beberapa saat kemudian, ternyata datang beberapa temanku yang
lain. Mereka ternyata mau ngumpul PKM mereka juga;// aku senang, setidaknya aku
bukan yang terakhir dan bukan satu-satunya yang telat. Meskipun tidak maksimal, untungnya nilai Matakuliah PLLB tersebut aku mendapat "A". Hari-hari yang
melelahkan diakhir Mei-pun akhirnya mulai menghilang. Menjelang bulan Mei
Berakhir aku mendapatkan dua kabar menggembirakan. Yaitu; pertama- aku
mendapatkan Juara III Penulisan Puisi Pekan Seni Mahasiswa Universitas Lambung
Mangkurat. Kedua- aku diterima Magang di Himpunan Mahasiswa Biologi “Apidae”
tepatnya di Departemen LITBANG. Kabar gembira tersebut menutup bulan mei-ku.
Selanjutnya di bulan Juni, akupun disibukkan dengan Laporan Praktikum PLLB dan
juga Persiapan Menjelang UAS.
Ilmuwan "BIOLOGI" masa depan. Genetics, Molecular, Biodiversity, Biotechnology, Microbiology and Green energy Researcher. Melalui blog ini aku berbagi, menjadikan hidup lebih bermanfaat. Tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk orang lain. Pengalaman yang kutuliskan disini akan selalu menjadi kenangan bagiku, agar orang yang membacanya terinspirasi olehnya. Bukan agar orang lain menjadi sepertiku, tetapi mengetahui pengalaman hidupku dan menjadi lebih baik dariku....
Senin, 25 Agustus 2014
Minggu, 24 Agustus 2014
P2B Part 2
Singkat cerita, hari pertama dan kedua pun dilalui dengan berbagai kesibukan. Mulai dari materi, kegiatan-kegiatan yang melelahkan. Pada hari ke-2 kami mendapatkan tugas menghapalkan lagu Mars MIPA. Dimalam harinya, aku tertidur dengan pulas karena ke-cape'an setelah mengikuti P2B selama dua hari. Pada malam itu tepatnya pada sekitar jam 01.00 WITA aku terbangun dari tidurku...
Karena ada tugas menghapal lagu Mars MIPA, akupun menghapalnya sambil tiduran,,, sampai aku tertidur pulas kembali. Namun satu hal yang pasti,, yaitu aku belum hafal lagu itu (sebuah masalah besar).
Pagi pun tiba, aku terbangun dari tidurku. Kulihat HP, menunjukkan jam 7 lewat...
Aku telat,,,, :(
Setelah bangun, aku bingung antara pergi mengikuti agenda P2B atau tidak..,
Aku berpikir, jika aku mengikuti P2B aku ---> Maka aku akan dihukum,,,
Jika aku tidak pergi---> Maka aku harus mengulang P2B tahun depan
Akhirnya aku memberanikan diri untuk pergi, menerima semua konsekuensinya.
Sesampainya dikampus, tepatnya digedung 2 FMIPA. aku tiba disana pada pukul 08.00 WITA.
Setelah sampai, aku langsung dikelilingi oleh Kaka Panitia (khususnya Panitia Lapangan).
Wajahkun langsung berubah menjadi pucatt,,
Wajahkun langsung berubah menjadi pucatt,,
Jumat, 22 Agustus 2014
Kastuba.
![]() |
http://nurserysarwanto.blogspot.com/ |
Klasifikasi
Regnum : Plantarum
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Euphorbiales
Famili : Euphorbiaceae
Genus : Euphorbia
Spesies :
Euphorbia pulcherrima
Deskripsi :
Tanaman
ini merupakan perdu tegak dengan tinggi 1,5-4 m dengan batang berkayu,
bercabang, dan bergetah seperti susu. Daunnya tunggal, bertangkai, tangkai daun
yang muda berwarna merah dan hijau setelah tua, letaknya tersebar. Helaian daunnya
bulat telur sampai elips memanjang, yang besar umumnya mempunyai 2-4 lekukan,
ujung dan pangkalnya runcing, pertulangan menyirip, panjang 7-15 cm, lebar
2,5-6 cm, dan bagian bawah mempunyai rambut halus. Bunga majemuk berbentuk
cawan dalam susunan yang khas disebut cyathium. Tiap cyathium berhadapan dengan
daun pelindung yang besar, bentuk lanset, warnanya merah atau kuning. Cyathium
tingginya 1 cm, hijau dengan taju merah dan satu kelenjar besar, pada sisi
perut warnanya kuning oranye. Tangkai sari berwarna merah oranye. Buahnya buah
kotak, panjang 1,5 cm, ketika masih muda berwarna hijau dan cokelat setelah tua
. Biji bulat dan berwarna cokelat.
Habitat
:
Tanaman asli Meksiko, yang hidup di hutan
subtropis yang panas, hutan kering musiman.
Potensi
:
Tanaman
kastuba bermanfaat untuk datangnya haid yang tidak teratur, darah haid banyak
(menoragia), disentri, TB paru, tulang patah (fraktur), dan bengkak karena
terbentur (memar), infeksi kulit, memperlancar haid dan memperbanyak ASI. Daun
kastuba sebenarnya dapat dimanfaatkan untuk mengobti luka luar atau menekan
risiko infeksi pada luka baru.
Referensi
:
Yanto,
Budi. 2013. Khasiat Tanaman.
Diakses pada tanggal 19 Maret 2014.
Bagus, Budiman.2011.Tanaman Kastuba.
Diakses
pada tanggal 5 April 2014
Teknik Bayi Tabung
- Pertama, teknik In Vitro Fertilization (IVF). Pada teknik ini, 50ribu-100ribu sperma dipertemukan dengan satu buah sel telur di dalam cawan petri yang berisi medium kultur sehingga terjadi pembuahan. Teknik IVF diperkenalkan oleh Robert Edward, seorang ilmuwan Inggris, pada tahun 1950-an. Ia melakukan riset bersama Patrick Steptoe, seorang ahli bedah kandungan. Bayi pertama hasil pembuahan dengan teknik ini adalah Louise Brown, seorang bayi perempuan, yang lahir pada tanggal 25 Juli 1978 di Inggris. Bayi tersebut bisa tumbuh normal bahkan sekarang telah melahirkan anak laki-laki dengan proses persalinan yang normal. Hingga saat ini, sudah ada sekitar empat juta orang di dunia yang terlahir dengan teknik IVF. Kelebihan dari teknik IVF antara lain sangat mudah dilakukan, biayanya relatif murah, dan tidak ada manipulasi pada sel telur (lebih bersifat alami). Namun demikian kelemahannya jika sperma bermasalah maka sperma tidak akan mampu menembus sel telur sehingga pembuahan tidak bisa terjadi.
- Kedua, teknik Intra Cytoplasmic Sperm Injection (ICSA). Teknik ini lakukan dengan menginjeksi satu sperma ke dalam satu sel telur sehingga terjadi pembuahan. Kelebihan teknik ini sangat membantu seorang suami yang mengalami kasus azoospermia (tidak adanya sperma yang keluar bersama air mani) atau juga jumlah spermanya sangat sedikit dengan kualitas yang jelek. Teknik ICSA harus didukung oleh sistim pengambilan sperma secara langsung dari testis atau teknologi simpan beku sperma. Hanya saja teknik ini sangat sulit dilakukan karena membutuhkan alat khusus yang disebut micromanipulator sehingga membutuhkan biaya yang relatif lebih mahal.
- Ketiga, teknik In Vitro Maturation (IVM). Teknik bayi tabung ini merupakan teknik terbaru. Teknik tersebut dilakukan dengan mematangkan dahulu sel telur di laboratorium baru kemudian dibuahi. Tingkat keberhasilan teknik ini dinilai sangat memuaskan. Selain itu prosedurnya juga sangat sederhana. Yakni dilakukan hanya pada satu siklus haid saja sehingga bisa meminimalisasi penggunaan obat hormonal. Biayanya juga relatif lebih murah jika dibandingkan dengan teknik IVF. Tidak mengherankan jika teknik ini sangat diminati oleh negara-negara di dunia.
Ringkasan Jurnal
“Efek
Pembukaan Lahan terhadap Karakteristik Biofisik Gambut pada Perkebunan Kelapa
Sawit di Kabupaten Bengkalis”
Suwondo, Supiandi Sabiham, Sumardjo dan Bambang Paramudya
IPB
Bogor.
Lahan gambut memberikan pelayanan ekologi, sosial dan
ekonomi yang sangat potensial untuk dikembangkan. Pembukaan lahan yang tidak
memperhatikan karakteristik biofisik lingkungan menyebabkan lahan gambut
mengalami degradasi dan menjadi lahan terlantar. Sebagai contoh adalah
pemanfaatan lahan gambut di kabupaten Bengkalis yang belum mampu menjaga
keberlangsungan ekologis pada ekosistem gambut tersebut. Hal inilah yang
melatarbelakangi dilakukannya penelitian ini.
Penelitian tersebut dilakukan di kabupaten Bengkalis
Prov.Riau dengan lokasi utama di kecamatan Siak Kecil dan Bukit Batu.
Pengamatan dilakukan pada dua tipe fisiografi lahan gambut; gambut pantai dan
transisi. Sebagai pembanding dilakukan pengambilan tanah gambut utuh dari lahan
yang belum dibuka. Analisis pada sampel tanah yang telah diambil meliputi warna
tanah, kedalaman air tanah, komposisi dan ketabalan gambut, pH (H2O,
KCI), kadar C-organik (%), kadar air(%), kadar abu(%), dan biomassa tanaman
(ton/ha)
Metode yang
digunakan untuk analisis warna tanah adalah munsel soil chart. Ketebalan
gambut dan kedalaman air dilakukan dengan proses pengeboran langsung di
lapangan. Kematangan dan komposisi gambut dengan metode cepat dilapangan, pengukuran
kadar air dan kadar abu dengan metode gravimetri, pH diukur dengan menggunakan
pH meter. Dan pengukuran kadar C-organik dengan metode Walkley and Black.
Pengukuran biomassa tumbuhan dilakukan dengan metode persamaan alometrik,
Karakteristik biofisik lahan gambut dianalisis secara deskriptif dan untuk
melihat hubungan antar parameter utama dilakukan analisis regresi-korelasi dengan
menggunakan model hubungan logaritmik.
Aktivitas pembukaan
lahan pada hutan rawa gambut telah menyebabkan terjadinya perubahan profil horizon
pada lahan gambut tersebut, perubahan kedalaman horizon hemik menjadi semakin
dangkal dengan pertambahan umur perkebunan kelapa sawit. Selain itu juga
menyebabkan terjadinya perubahan ketebalan gambut, muka air tanah dan kadar
air. Semakin lama umur tanam perkebunan sawit maka semakin rendah kadar air
pada lahan tesebut, kondisi ini terjadi pada gambut pantai dan transisi. Pada
penelitian tersebut dikatakan bahwa tanaman kelapa sawit dapat meyerap CO2
(carbon sink) yang cukup signifikan.
Pengelolaan
kedalaman muka air tanah merupakan kunci dalam pemanfaatan lahan gambut untuk
perkebunan kelapa sawit dan untuk melestarikan lingkungan.
pH gambut
yang berada di sekitar kubah (peatdome) lebih rendah dibandingkan dengan
gambut yang berada di kawasan pinggir atau mendekati sungai. Hal ini disebabkan
oleh adanya pengaruh air sungai atau payau yang mempunyai pH dan kualitas air
yang lebih baik. Keadaaan ini dapat juga dipengaruhi oleh tingkat ketebalan
gambut.
Kandungan C-organik dan
kadar air semakin menurun, sedangkan muka air tanah, pH dan kadar abu semakin
meningkat. Karakteristik biofisik hutan rawa gambut sekunder mempunyai perbedaan
tingkat dekomposisi, kadar air, kadar abu, pH, C-organik dan biomassa
dibandingkan dengan fisiografi lahan gambut pantai dan transisi.
Referensi :
Suwondo, et al. 2012. Efek Pembukaan Lahan Terhadap Karakteristik Biofisik Gambut pada Perkebunan Kelapa Sawit di Bengkalis. Jurnal Natur Indonesia. Vol 14 (2).
Referensi :
Suwondo, et al. 2012. Efek Pembukaan Lahan Terhadap Karakteristik Biofisik Gambut pada Perkebunan Kelapa Sawit di Bengkalis. Jurnal Natur Indonesia. Vol 14 (2).
TEratogen II
Mengapa terjadi kecacatan yang diakibatkan oleh
teratogen?
Teratogenik (teratogenesis)
adalah istilah medis yang berasal dari bahasa
yunani, yang berarti membuat monster. Dalam istilah medis teratogenik
berarti terjadinya perkembangan tidak normal pada sel selama masa kehamilan ang
menyebabkan kerusakan embrio sehingga pembentukan oran berlangsung tidak
sempurna (terjadi kecacatan). Teratogenik adalah perubahan formasi dari sel,
jaringan, dan organ dihasilkan dari perubahan fsiologi dan biokimia. Umumnya
bahan tratogenik dibagi menjadi 3 kelas berdasarkan golongannya, yaitu:
a.
Bahan Teratogenik Fisik
Bahan tertogenik fisik adalah bahan yang
bersifat teratogen dari unsurunsur fisik misalnya Radiasi nuklir, sinar gamma
dan sinar X (sinar rontgen). Bila ibu terkena radiasi nuklir (misal pada
tragedi chernobil) atau terpajan dengan agen fisik tersebut, maka janin akan
lahir dengan berbagai kecacatan fisik. Tidak ada tipe kecacatan fisik tertentu
pada paparan ibu hamil dengan radiasi, karena agen teratogenik ini sifatnya
tidak spesifik karena mengganggu berbagai macam organ. Dalam menghindari
terpaaan agen teratogen fisik, maka ibu sebaiknya menghindari melakukan foto
rontgen apabila ibu sedang hamil. Foto rontgen yang terlalu sering dan berulang
pada kehamilan kurang dari 12 minggu dapat memberikan gangguan berupa kecacatan
lahir pada janin.
b.
Bahan Teratogenik Kimia
Bahan teratogenik kimia adalah bahan yang
berupa senyawa senyawa kimia yang bila masuk dalam tubuh ibu pada saat saat
kritis pembentukan organ tubuh janin dapat menyebabkan gangguan pada proses
tersebut. Kebanyakan bahan teratogenik adalah bahan kimia. Bahkan obat-obatan
yang digunakan untuk mengobati beberapa penyakit tertentu juga memiliki efek
teratogenik. Alkohol merupakan bahan kimia teratogenik yang umum terjadi
terutama di negara-negara yang konsumi alkohol tinggi. Konsumsi alkohol pada
ibu hamil selama kehamilannya terutama di trisemester pertama, dapat
menimbulkan kecacatan fisik pada anak dan terjadinya kelainan yang dikenal
dengan fetal alkoholic syndrome . Konsumsi alkohol ibu dapat turut masuk kedalam
plasenta dan memperngaruhi janin sehingga pertumbuhan otak terganggu dan
terjadi penurunan kecerdasan/retardasi mental. Alkohol juga dapat menimbulkan
bayi mengalami berbagai kelainan bentuk muka, tubuh dan anggota gerak bayi
begitu ia dilahirkan. Obat-obatan untuk kemoterapi kanker umumnya juga bersifat
teratogenik. Beberapa polutan lingkungan seperti gas CO, senyawa karbon
dan berbagai senyawa polimer dalam
lingkungan juga dapat menimbulkan efek teratogenik.
c.
Bahan Teratogenik Biologi
Agen teratogenik biologis adalah agen yang
paling umum dikenal oleh ibu hamil. Istilah TORCH atau toksoplasma, rubella,
cytomegalo virus dan herpes merupakan agen teratogenik biologis yang umum
dihadapi oleh ibu hamil dalam masyarakat. Infeksi TORCH dapat menimbulkan berbagai
kecacatan lahir dan bahkan abortus sampai kematian janin. Selain itu, beberapa
infeksi virus dan bakteri lain seperti penyakit sifilis/raja singa juga dapat
memberikan efek teratogenik Faktor-faktor teratogenik diatas bisa menyebabkan
terjadinya mutasi secara spontan seperti contoh jatuhnya bom di Hiroshima dan
Nagasaki yang hingga saat ini masih bertanggung jawab atas kecacatan yang di
wariskannya hingga saat ini di sana. Efek paling mengerikan yang terjadi,
menurut laporan yang dibuat pada tahun 2005, satu dekade pasca ledakan bom,
wanita yang mengandung melahirkan bayi mutan dengan kecacatan kelamin! Sehingga
dari semua informasi diatas hubungan antara pertambahan umur dan terjadinya
polidaktili itu bisa semakin jelas karena mutasi menjadi “agen” utama yang
menyebabkan polidaktili.
Bagaimana Cara Kerja dan Pengaruh Hormon
Tiroksin pada Metamorfosis Katak?
Proses perubahan kecebong menjadi katak
dipengaruhi oleh Hormon T4 (Tiroksin) dan T3. Hormon tersebut mengendaliakan
Apoptosis ekor katak sehingga terjadi regresi dan menghilang. Apoptosis
tersebut terjadi karena banyaknya enzim-enzim pencerna. Kemudian sel-sel yang
mati tersebut dimakan oleh sel Makrofag. Proses pembentukan seperti
perkembangan otot dan kelenjar dermoid pada waktu yang sama juga terlihat
dengan jelas. Ekor pedal mereduksi untuk pergerakan, sedangkan lengan belakang
dan lengan depan
berdiferensiasi. Gigi tanduk yang dibentuk
untuk menyobek tanaman kolam menghilang, sedangkan mulut dan rahang berubah
bentuk dan otot lidah berkembang. Sementara itu usus yang panjang sebagai ciri karakteristik
pada hewan herbivor memendek. Hal ini terjadi untuk menyesuaikan diri pada
kehidupan barunya sebagai karnivor. Insang mengalami kemunduran dan lengkung
insang mengalami degenerasi. Paru-paru membesar, otot dan tulang kartilago
terbentuk untuk memompa udara keluar masuk paru-paru. Alat sensori juga
berubah, seperti sistem lateral yang berdegenerasi, telinga dan mata juga mengalami
diferensiasi lebih lanjut. Telinga di bagian dalam berkembang, seperti halnya
membran tympanium yang menjadikan karakteristik pada katak dan kodok. Membran
niktitans dan selaput mata muncul pada katak dan kodok. Lebih dari itu, pigmen
mata juga berubah. Foto pigmen utama utama pada retina berudu adalah porpiropsin
(komplek antara protein opsin dan aldehid vitamin A2). Pigmen berubah menjadi
rodopsin pada katak dewasa untuk menyesuaikan diri pada kehidupan darat
(Gilbert dan Susan, 2000).
Peristiwa biokimia lain juga dihubungkan dengan
metamorfosis. Hemoglobin berudu mengikat oksigen lebih cepat dan melepaskannya lebih
lambat dibanding hemoglobin dewasa (Soeminto et al., 2000). Lebih dari itu,
(Soeminto et al., 2000) menunjukkan bahwa pengikatan oksigen pada hemoglobin
berudu tidak terkait dengan pH, sedangkan hemoglobin pada katak menunjukkan
peningkatan pengikatan oksigen pada saat pH naik (efek Bohr). Perubahan
biokimia lain pada metamorfosis beberapa katak adalah induksi semua enzim penting
untuk memproduksi urea. Berudu, seperti kebanyakan ikan air tawar adalah
ammonotelik (mengekskresikan amoniak). Kebanyakan katak dewasa adalah urotelik
(mengekskresikan urea). Selama metamorfosis, hati berkembang, enzim dibutuhkan
untuk mencipatakan urea dari karbondioksida dan amoniak. Enzim ini mendasari
siklus urea, dan masing-masing muncul selama metamorfosis (Gilbert dan Susan,
2000).
Kontrol hormon pada metamorfosis amfibi
dilakukan oleh tiroksin (T4) dan triiodotironin (T3) yang dihasilkan oleh kelenjar
tiroid. T3 sekarang dipercaya sebagai hormon yang aktif yang menyebabkan
perubahan bentuk pada thyroidectomized berudu pada konsentrasi yang lebih
rendah diandingkan dengan T4. Kontrol metamorfosis oleh hormon tiroid
ditunjukkan oleh Gudernatsch (1912) dalam Soeminto et al., (2000), yang
menemukan bahwa berudu berubah bentuk secara prematur yang dipengaruhi oleh
kelenjar tiroid. Allen (1916) dan Hoskins dan Hoskins (1917) dalam Soeminto et
al (2000) menemukan bahwa ketika mereka menghilangkan kelenjar tiroid yang
mengalami rudimentasi pada berudu awal, larva itu tidak pernah mengalami
metamorfosis, sebagi gantinya berudu tersebut berubah menjadi berudu besar
(Gilbert dan Susan, 2000).
Faktor-faktor yang mempengaruhi metamorfosis
adalah adanya hormon tiroid, yang telah ditunjukkan oleh Gudernatsch (1912)
dalam Soeminto et al., (2006). Hasil-hasil penelitian sementara menyimpulkan
bahwa hormon tiroid menyebabkan inti mensintesis atau menginduksi aktivitas
enzim hidrolitik, yaitu enzim yang menyebabkan jaringan atau sel menjadi lisis
atau pecah. Enzim kolagonase telah dibuktikan dihasilkan selama proses regresi
ekor berudu in vitro (Sounders, 1982). Faktor eksternal yang mempengaruhi
metamorfosis adalah ada tidaknya sumber makanan dan adanya pemangsa berudu.
Bagaimana Mekanisme pengendalian Hayati dalam
Bidang Pertanian dengan Memanipulasi Hormon yang Berperan dalam Metamorfosis
Serangga?
Penendalian Hama dapat dilakukan dengan
memberikan hormon yang berlawanan dengan hormon yang memperlancar proses
Metamorfosis yanitu hormon bersifat menghambat. Hormon tersebut diberikan
dengan menyemprotkannyanya ke serangga.
Proses terjadinya Bayi Kembar Identik?
Kembar Identik atau kembar Monozigoti merupakan
kembar yang berasal dari satu sel telur dan satu sperma. Kemudian membelah
menjadi dua belahan dan menempel di dinding rahim. Kedua belahan berkembang
sendiri-sendiri menjadi janin yang sempurna. Kemungkinan terjadi kembar identik
adalah 1 dari 150 kehamilan. Kembar identik terjadi bukan karena faktor
keturunan akan tetapi terjadi karena faktor alam. Sekitar 75% kehamilan kembar
identik, hanya mempunyai satu ari-ari atau plasenta dengan satu selaput ketuban
(amnion). Atau, satu ari-ari dengan dua selaput ketuban.
Adapun ciri khasnya yaitu.
Selalu berjenis kelamin sama, yakni perempuan
dan perempuan, atau laki-laki dan laki-laki. Mereka biasanya memiliki wajah dan
penampilan sama, bahkan seringkali memiliki kepribadian yang sangat mirip satu
sama lain. Anak kembar identik tercatat berumur lebih panjang dibanding anak
kembar fraternal. Kembar identik bisa berumur hingga lebih dari 100 tahun
Teratogen
Definisi Teratogen;
- Agen yang membahayakan perkembangna embrio atau fetus.
- Agen yang berpengaruh bagi perkambangan normal fetus sehingga menyebabkan abortus, kelainan anak maupun komplikasi selama kebuntingan.
Sumber Terattogen:
- Pengobatan: obat epilepsi (Dilantin, Valporic Acid, Tegretol), Thalidomine, Chemotheraphy, Lithium.
- Bahan Kimia: Gas anastesika.
- Infeksi Penyakit: Rubella, Cytomegalovirus, genital herpes, toxoplasmosis, chickenpox.
- Lingkungan: Timbal.
- Drug (Zat adiktif): alkohol, kokain, cigarrettes, kafein.
- Lain-lain: DM (Diabetes Mellitus), Hipertemia, Radiasi.
Langganan:
Postingan (Atom)